AE Lock :
Auto Eksposure Lock. Fitur ini membantu anda melakukan pembacaan light-meter atas suatu bagian gambar/foto, dan selanjutnya mempertahankan setting pencahayaan tersebut di saat anda memotret.
Aperture :
Dibelakang lensa kamera digital terdapat irisan berbentuk bundar yang membuka dan menutup, untuk menentukan banyaknya cahaya yang masuk pada CCD. Mengubah aperture/diafragma berarti juga mengubah depth of field (ruang ketajaman)
Aperture priority :
Istilah ini mengacu pada opsi pencahayaan yang bersifat semi manual. Si pemotret mengatur diafragma menurut ruang ketajaman yang dikehandaki, dan sistem pengukuran mengatur kecepatan rana / shutter guna memperoleh pencahayaan yang tepat.
Calibration :
Kalibrasi. Mengubah setting suatu alat agar memenuhi standar. Misalnya kalibrasi sebuah monitor dapat dilakukan agar apa yang ditayangkan pada layar tampak akurat.
Centre-weight metering :
Proses ini berlangsung ketika kamera membaca cahaya yang menyinari seluruh bingkai, dengan berpedoman pada apa yang ada ditengah-tengah gambar.
CCD :
Charge Coupled Device. Sensor cahaya yang ada di dalam kamera yang merekam gambar. Sensor ini terdiri atas jutaan sensor kecil cahaya, tiap sensor untuk setiap pixel. Besar kecilnya CCD diukur dalam satuan yang disebut megapixel, semakin besar angka pixelnya semakin baik gambar yang dihasilkan.
CMOS :
Complimentary Metal Oxide Semiconductor. Sensor cahaya yang memiliki resolusi lebih tinggi daripada CCD
CMYK :
Cyan, Magenta, Yellow, Black. Warna-warna yang digunakan dalam pencetakan empat warna guna menciptakan warna-warna lainnya. Sistem ini berbeda dari RGB yang diterpakan komputer pada kamera digital.
Depth Of Field :
dalam bahasa indonesia : ruang ketajaman. Ketika anda memotret suatu obyek, ada benda-benda di latar depan dan belakang yang juga masuk dalam fokus. Jarak antara benda terdekat dan terjauh itulah yang disebut ruang ketajaman. Dengan memperkecil diafragma/aperture berarti anda memperbesar ruang ketajaman.
Digital Zoom :
Zoom digital. Beberapa kamera digital dapat melakukan zoom-in (proses mendekatkan / membesarkan) terhadap obyek/gambar secara digital. Area yang di zoom memang menjadi lebih besar, tetapi dengan jumlah pixel yang kecil akan berakibat gambar tampak pecah. ini jelas berbeda dengan optical zoom.
DPI :
Dots per inch (titik per inci). Kualitas printer foto ditentukan oleh jumlah butiran tinta per inci dari gambar yang dihasilkan.
Effective Pixels :
Suatu kamera digital dapat saja dinyatakan memiliki 4 megapixel pada CCD nya, namun untuk memotret tidak semuanya dipakai. Sejumlah pixel diberi warna hitam untuk keseimbangan warna, sedangkan pixel-pixel lainnya berada di luar range lensa. Pixel-pixel efektif adalah yang digunakan untuk memotret.
Eksposure :
Ketika anda memotret, pengukur cahaya atau light meter pada kamera menentukan berapa lama rana harus terbuka dan seberapa lebar diafragma dapat memperoleh penyinaran yang tepat. Jika hasil foto terlalu gelap, itu berarti underexposed, dan overeksposed bila terlalu terang.
EXIF :
Format Exchangeable Image File (EXIF) memungkinkan data gambar, seperti tanggal/waktu pemotretan dan eksposure disimpan dalam kartu memori kamera.
Fill-in Flash :
Cahaya tambahan yang berasal dari lampu kilat eksternal, lampu biasa atau reflektor, dan digunakan untuk melembutkan area yang terkena bayangan yang berasal dari lampu kilat utama yang lebih terang. Dengan adanya cahaya tambahan ini area yang terkena bayangan akan mendapatkan sinar yang lebih lembut.
f-number / f-stop :
adalah perbandingan / rasio diafragma suatu lensa kamera dengan focal length / jarak titik bakarnya. Lensa berkualitas tinggi memiliki f-number / angka f yang lebih kecil. artinya memiliki diafragma yang lebih besar, sehingga lebih banyak cahaya dapat masuk ke dalam lensa.
Focal lenght :
Jarak titik api. Daya pembesar yang ada pada lensa. Semakin jauh jaraknya semakin besar daya pembesarannya. Sebaliknya semakin kecil daya pembesarannya, semakin luas sudut lebar lensanya. Bermain-main dengan focal lenght dapat memberikan manfaat yang berbeda pada suatu gambar.
ISO :
International Organisation for Standardisation. Dalam dunia fotografi digital, ISO adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyatakan kepekaan cahaya pada CCD kamera.
Megapixel :
Suatu ukuran untuk menentukan detil gambar yang bisa ditangkap kamera digital. Satu megapixel berarti gambar disusun atas satu juta dot (pixel). Semakin tinggi megapixelnya, semakin baik gambar yang dihsilkannya.
Optical zoom :
Zoom optical. Kini banyak kamera digital yang menggunakan lensa - lensa zoom optical berukuran kecil. Tanpa mengurangi kualitas gambar (seperti yang terjadi pada zoom digital), lensa tersebut dapat digunakan untuk membesarkan suatu obyek (zoom in) dan juga untuk memotret sasaran dengan sudut lebar (zoom out)
Prosumer :
Istilah yang secara luas mengacu pada kamera kompak digital yang dilengkapi dengan sederetan pengontrol manual, yang beberapa diantaranya juga merupakan fitur-fitur yang ada dalam kamera SLR. Kamera jenis ini memiliki kemampuan memotret sesuai standar profesional dan biasanya memiliki resolusi minimum 5 megapixel.
Resolution :
Resolusi. Ukuran ketajaman gambar yang ditentukan oleh banyaknya detil gambar pada monitor atau hasil cetak. Makin tinggi angkanya makin bagus. Untuk monitor resolusi 1024 x 768 pixel lebih bagus ketimbang 800 x 600 pixel. Pada hasil cetak, resolusi 1200 dpi (dots per inch) lebih bagus ketimbang 600 dpi.
Shutter Priority :
Modus semi-manual yang memungkinkan anda menentukan kecepatan rana, sementara kamera secara otomatis mengatur diafragma, agar diperoleh pencahayaan yang tepat.
SLR :
Single Lens Reflex. Cermin atau prisma memantulkan cahaya yang masuk melalui lensa menuju jendela bidik, sehingga ketika anda melihat melalui jendela tersebut anda dapat melihat sama seperti apa yang dilihat oleh kamera. Sistem ini hanya terdapat pada kamera-kamera digital high-end saja.
Spot metering :
Modus ukuran ini dapat membantu anda membaca cahaya dari area kecil ditengah-tengah bingkai. Pembacaan cahaya merupakan cara terbaik guna mengatasi pencahayaan yang rumit.
White balance :
Cara kamera digital menyesuaikan diri terhadap kondisi pencahayaan. Pada umumnya kamera memiliki opsi pre-set, seperti Sunny dan Cloudy.
Kamis, 11 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar